en

Dancing Chef : Opening dan Closing Postfest


admin - June 24, 2018 - 0 comments

Pengarah : Prof. Sardono W. Kusumo

Pengisi Acara : William Wongso | Nasirun | Boogie and Noken Dance | Shela Ambon | Jamaludin
Tanggal : 21 Juli 2018 dan 5 Agustus 2018
Pukul : 16.00
Venue : Plaza Circle

KAMPANYE SANTAP IKAN NUSANTARA:

Menciptakan suasana merayakan  puncak-puncak rasa selera kuliner, dari beragam budaya di Indonesia yang berbasis pada ikan sebagai bahan utamanya.

 

Di dalam tradisi apapun, makanan menjadi dasar untuk sebuah upacara sosial atau upacara adat yang tujuannya adalah memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan besar di dalam masyarakat, baik masyarakat desa atau masyarakat adat. Jadi ,yang selalu ada dalam acara utamanya yaitu makan bersama atau pembagian solidaritas antara yang kaya , miskin, berpangkat dan tidak, berbagai profesi dan lainnya. Sebagai distribusi gizi dan perayaan gizi, bahwa yang berwujud daging itu dibagi dan dirasakan bersama. Selalu dimasak sangat enak agar bisa dinikmati semua kalangan. Merasakan cita rasa yang sama hasil dari proses kreasi para mpu-mpu, dan datuk ahli memasak.

Maka, kita merencakan sebuah pagelaran dimana unsur memasak sebagai pengikat , tapi dalam peristiwa tersebut di dalamnya terjadi, peristiwa tarian, musik, seni vokal, display fashion (baik adat atau sehari-hari bisa terjadi). Sebuah silaturahmi antar masyarakat atau sinestetik, kolaborasi antar gerak disiplin seni.

Kali ini kita memilih ikan sebagai bahan utama dari resep-resep kuliner dari berbagai daerah, termasuk resep-resep inovasi baru. Kenapa ikan menjadi basis utama ? karena kita ingin juga ikut memperkuat kesadaran  bahwa Indonesia itu sesungguhnya sebagai bangsa maritim, maka budaya makan ikan adalah sebuah keniscayaan ikan sebagai makanan pokok sumber gizi utama. dengan kembali menyadari ikan menjadi protein utama bagi masyarakat maritime. Maka gaya hidup yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia akan ditandai dengan hadirnya selalu ikan laut yang disajikan pada meja makan dan otomatis akan dihadirkan kembali di dalam warung santapan orang Indonesia, seperti warteg, lapau , dan lain-lain yaitu ikan sebagai menu utama. Bangsa yang maju (Jepang, Korea, Italia, Norwegia, Belanda, Kanada dll.) itu ikan menjadi basis utama dalam sistem kuliner mereka.

Selain kesadaran politik budaya kita kembali ke budaya maritim, dasawarsa ini ditandai dengan keberhasilan pemerintah untuk mengembalikan lautan Indonesia. Sesungguhnya bahwa nelayan indonesialah yang berdaulat di laut indonesia, dengan ketegasan untuk  mengusir bajak laut yang merampas ikan-ikan di laut kita dengan illegal fishing. Tentu saja tidak bisa diingkari kebijakan yang tegas dari menteri kelautan yang seorang peremuan dan juga lahir di kampung nelayan pesisir pantai selatan Pangandaran, telah membikin nelayan dan bangsa kita memilik kedauatan kembali, yang selama berpuluh-puluh tahun ini dikuasai oleh perampok ikan. Ini sangat penting karena kita merdeka secara bernegara, tapi sebenarnya laut masih di bawah penjajahan, hingga akhirnya kita sadar untuk mengembalikan itu.

Kenyataan kongkrit, bahwa produksi ikan kita bertambah, dari peringkat nomor 3 menjadi nomor 1 di asia, yang tadinya ikan hancur brutal, digerus hancur oleh pengeboman, di jaring oleh jaring raksasa sehingga benih ikan terganggu kelestariannya, baik itu kepiting, lobster, udang dan segala jenis biota lautnya.

Tepat pada minggu kedua Agustus, kita akan membikin acara besar yang sementara berjudul : Fish Dancing Chef  (Tarian Ikan Koki atau Koki Ikan yang Menari). Nanti akan ada ratusan seniman dari berbagai disiplin, baik itu musik, penyanyi, fashion desain, penari, ratusan seniman seni pertunjukan ini akan melaksanakan aktivitas membakar ikan secara bersama, dengan cara memasak ikan seperti yang dikenal dari berbagai budaya di Indonesia.

Tradisi masak  papua yang biasa memakai bahan-bahan alami seperti tradisi bakar batu, yaitu memasak sambil menari dan seluruh desa bersahutan melantunkan vokal-vokal dengan beragam tehnik secara bersama. Tradisi membakar ikan di makassar dimana nelayan bugis itu menyatukan unsur karakter laut, dalam cara memainkan gendang menggerakan tubuh seperti pakarena dan gerakan-gerakan seperti orang yang sedang berada di atas alunan ombak samudra. Begitu juga adat adat yang nanti menyertai cara orang-orang aceh membakar ikan , orang-orang ambon, yang memiliki tradisi merayakan “sasi lompa”, dimana sebuah gejala fenomena alam yang setiap setaun sekali, peristiwanya ikan-ikan di laut berenang dari dasar melalui arus menuju kepada hulu sungai, mereka terus berenang melawan arus  ke atas bukit.

Di abad 21 ini, menemukan kembali tradisi kreatif dalam mengolah kekayaan alam ini terutama ikan, perlu untuk diungkap kembali. Karena ini abad dimana ada gelombang baru yang disebut indutsri kreatif. Bagaimana kegiatan kreatif kuliner-kuliner yang terikat erat dengan kondisi pertunjukan lokal, akan memberi peluang kepada generasi milenial dan mengambil peran menjadi pelaku industi kreatif  dan mendapat keuntungan ekonomis. Oleh karena itu pada pagelaran nanti bukan hanya para komposer dan koreografer tingkat nasional yang akan menjadi motor penggerak, tapi ada seorang tokoh di industri kreatif Indonesia yang juga memiliki nama besar di dunia internasional, yaitu bapak William Wongso akan ikut berkolaborasi menjadi kurator dari seni kulinernya.

 

Di bawah ini Puisi Chairil Anwar “Cerita Buat Dien Tamaela”  yang menyuarakan jiwa bahari.

Oleh Chairil Anwar

 

Beta Pattirajawane

Yang dijaga datu-datu

Cuma satu

 

Beta Pattirajawane

Kikisan laut

Berdarah laut

 

Beta Pattirajawane

Ketika lahir dibawakan

Datu dayung sampan

 

Beta Pattirajawane, menjaga hutan pala

Beta api di pantai. Siapa mendekat

Tiga kali menyebut beta punya nama

 

Dalam sunyi malam ganggang menari

Menurut beta punya tifa,

Pohon pala, badan perawan jadi

Hidup sampai pagi tiba.

 

Mari menari!

mari beria!

mari berlupa!

 

Awas jangan bikin beta marah

Beta bikin pala mati, gadis kaku

Beta kirim datu-datu!

 

Beta ada di malam, ada di siang

Irama ganggang dan api membakar pulau…

 

Beta Pattirajawane

Yang dijaga datu-datu

Cuma satu

Related posts