en

Experimental Music : TERJAGA


admin - July 19, 2018 - 0 comments

Experimental Music : “TERJAGA”

Julian Abraham Marantika
Tanggal: Jumat, 27 Juli 2018
Jam: 20:00-22:00 WIB
Tempat: Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki

Terjaga adalah sebuah ekspresi dalam hal menyikapi problem masyarakat urban mengenai pergeseran makna kehidupan sebagai akibat modernisasi. Eksplorasi karya ini dimulai semenjak akhir tahun 2016 di mana serangkaian riset soundwalk ke berbagai daerah sekitar kota Jakarta seperti kawasan Pasar Baru, Pecinaan, Sudirman dan sebagainya guna mendapatkan gambaran serta pengalaman secara langsung mengenai fenomena bunyi yang ada di kota Jakarta. Pengalaman soundwalk juga menghasilkan sudut pandang baru bagaimana melihat bunyi bukan hanya sekedar hasil sebuah aktifitas, namun erat kaitannya dengan konteks lingkungan, sosial, waktu, dan sebagainya. Dari hasil ini, penelitian mulai difokuskan kepada waktu malam. Malam seperti yang kita ketahui adalh waktu dimana manusia beristirahat. Malam adalah waktu dimana ketenangan mendominasi lingkungan. Namun seiring era modernisasi, malam dalam konteks urban telah mengalami pergeseran makna. Dominasi keharusanakan kerja secara berkelanjutan menjadikan nilai malam hanya sebatas hilangnya cahaya matahari bahkan dalam lingkungan urban mudah digantikan oleh serangkaian lampu-lampu dengan daya penerangan tinggi guna menjaga kelanjutan aktifitas manusia urban yang seolah-olah hampir tidak berhenti.

Terjaga sebagai sebuah pertunjukan musik elektroakustik berusaha mengajak kita untuk merefleksikan fenomena ini. Usaha menyatukan antara gagasan utama dengan proses komposisi adalah dengan manggunakan sumber bunyi tunggal yaitu motor-yang dianggap sebagai bunyi dominan yang dijumpai di kota Jakarta. Proses berkarya memanfaatkan semangat eksperimentasi Musique Concrete dengan menggunakan perangkat lunak MAC POD yang merupakan bentuk teknik sintesis bunyi yang dikenal sebagai Granullar Synthesis yang pada penyajian akhirnya akan menggunakan pengeras suara berjumlah lima buah yang diletakan pada lima posisi berbeda, guna mendapatkan kesan menyeluruh.

Julian Abraham Marantika pertama kali memulai mengenal instrumen piano pada umur 14 tahun semasa duduk di Sekolah Menengah Pertama. Pelajaran selama 1 tahun pertama dihabiskan dengan mempelajari bahan piano klasik di bawah bimbingan Getih Indra Sunaryo. Julian mengenal Jazz dengan belajar di bawah bimbingan Benny Likumahuwa dengan subjek teori musik yang kemudian dilanjutkan dengan mempelajari instrumen saxophone. Julian kemudian melanjutkan pendidikan musiknya dengan mengikuti program perkuliahan di Institut Musik Daya Indonesia dari tahun 2003 hingga lulus pada tahun 2007. Saat ini Julian aktif bergerak dalam bidang pendidikan dengan bekerja sebagai salah satu pengajar di Fakultas Musik Universitas Pelita Harapan dengan mengajar berbagai subjek seperti Jazz Piano Major, Improvisation Concept, History of Broadway Musical, Jazz Solfeggio, Jazz Ensemble Class. Julian Marantika adalah salah satu alumni pada Fakultas Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta dalam bidang Penciptaan Seni Urban dengan fokus penelitian pada eksperimentasi komposisi bunyi elektroakustik dengan menggunakan media Granular Synthesis di bawah bimbingan Otto Sidharta.

Related posts