en

Ada Bunyi


admin - July 21, 2018 - 0 comments

“Ada Bunyi”

Karya: Kenanya Hermanus
Tanggal: Kamis-Jumat, 26-27 Juli 2018
Tempat: Lobby Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki.

“Apakah kita sudah menjadi pendengar yang baik?” Pertanyaan inilah yang muncul jika melihat keadaan dunia saat ini. Terlalu banyak manusia yang lebih mau didengarkan ketimbang mendengarkan sesamanya.

Mungkin apa yang saya kemukakan terlalu bertele-tele. Bagaimana dengan hal yang lebih sederhana, yaitu bunyi. Apakah kita selalu memperhatikan bunyi-bunyi yang ada di sekitar kita? Seberapa banyak kita memperhatikan bebunyian di sekitar kita? Atau kita hanya cuek saja karena menganggap bebunyian tersebut tidak ada artinya bagi kita? Atau mungkin, sebenarnya kita tahu arti dari bunyi tersebut, namun kita sengaja mengacuhkannya?

Melalui karya ini, saya coba menampilkan berbagai bunyi yang sebenarnya ada di sekitar kita. Bunyi-bunyi yang mungkin sudah sangat biasa di telinga kita, namun sering kita acuhkan. Bunyi-bunyi yang mungkin mengandung arti bagi kita, namun sering kali kita acuhkan saja. Bunyi-bunyi yang bahkan tanpa kita sadari pernah ada dalam kehidupan kita, namun lambat laun mulai menghilang.

Kenanya Hermanus, atau lebih sering dipanggil Kenny, telah menggeluti dunia musik sejak duduk di jenjang SD. Berawal dari kursus piano klasik selama kurang lebih 5 tahun, Kenny kemudian mendalami instrument piano pop selama 3 tahun. Kenny kemudian mengambil kuliah di Fakultas Musik Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan mengambil peminatan Sound Design. Dua tahun setelah mendapatkan gelar S1 di UPH, Kenny kemudian melanjutkan pendidikan di Pascasarajana Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan mengambil peminatan Penciptaan Seni Urban, yang pada akhirnya selesai pada tahun 2017. Kenny pun pada akhirnya mendapat gelar Magister Seni.

Pendidikan yang diambil Kenny berpengaruh banyak dalam menunjang karirnya. Ilmu yang didapat ketika berkuliah di UPH sedikit banyak membantu Kenny mengenal hubungan teknologi dan seni. Kenny pun sudah beberapa kali menjadi music composer musik game seperti Storky Express (2011), Sumo Chowdown (2011), Faunia Rancher (2012), Faunia Paw (2013), dan Melodi Anak Indonesia (2013). Kenny juga pernah membuat music untuk iklan seperti Bubble Quickly (2013) dan Samsung S4 (2013).

Kemampuan bermusik yang terus diasah pun membuat Kenny juga banyak mendapat kesempatan untuk menjadi arranger atau penata musik teater. Kenny telah beberapa kali ikut serta dalam pengerjaan music untuk teater dan event seperti Teater “Cemin” (2015), Finding Neverland (SMA Penabur Gading Serpong – 2016), The Musketeers (Teater Katak – September 2016), “A Night with Paramitha Rusady” (November 2016), “Under The Sea” (Christ Cathedral – Desember 2016), Tuck Everlasting (SMA Penabur Gading Serpong – 2017), Gatotkaca (Teater Katak – Desember 2017), “Hakuna Matata” (Christ Cathedral – Desember 2017), dan Teater “Miona” (SMP Tarakanita Citra Raya – Februari 2018).

Related posts