en

“Cantrik”


admin - July 21, 2018 - 0 comments

“Cantrik”

Sutradara: Fachrizal Mochsen
Pemain: Epy Kusnandar dan Tiolina Saragih
Tanggal: Kamis, 2 Agustus 2018
Waktu: 19:30 – 20:30
Tempat: Teater Luwes, Taman Ismail Marzuki.

Gagasan awal project ini adalah, mengasah skill aktor. Bisa dibilang ‘entry point’ dari karya ini adalah bagaimana menjaga atau merawat skill yang dimiliki seorang aktor. Gagasan ini selalu muncul dalam bentuk pertanyaan. Project yang akan saya ‘garap’ berkaitan dengan kata kolaborasi dan motivasi. Project ini tidak saja melibatkan pelajar teater, melainkan kerja kolaborasi bersama alumni atau senior dari berbagai disiplin maupun generasi. Kerja kolaborasi ini diharapkan bisa memberi suasana baru dalam berlatih, dan sekaligus merangsang motivasi minat belajar bagi para mahasiswa. Dengan berkolaborasi, kemungkinan adanya kesempatan menjadi kreatif dalam mengupgrade skillnya dan dalam mencipta produksi-produksi teater akan selalu terbuka.

Secara sederhana, project ini akan dikemas dalam sebuah pertunjukan teater. Pertunjukan ini berbasis kerja praktik di studio latihan secara intensif serta eksplorasi dan eksperimentasi tubuh dan kemampuan teknik seorang aktor yang sedang dalam tahap belajar dan seorang aktor senior, yang berujung pada sebuah pertunjukan kolaborasi. Pertunjukan ini bermaksud memberi penawaran baru, option lain dalam melihat teks drama melalui proses adaptasi dan menginterpretasikannya kembali. Pertunjukan ini sekaligus ingin menemukan inti dari sebuah permainan dan yang terpenting adalah merangsang motivasi belajar dari praktek kolaborasi.

Deskripsi singkat karya :
Cantrik adalah suatu perjalanan atau kisah drama yang menyenangkan tentang proses kreatif seorang aktor dalam berlatih. Tidak seperti semua kisah pada pertunjukan drama yang hebat-hebat, kisah Cantrik tidak begitu kompleks, sangat ringan, sangat main-main, dan pada dasarnya, Cantrik adalah sebuah latihan. Situasi di dalam Cantrik adalah melatih kemampuan fisik, emosi, dan imajinasi aktor. Kejadian di dalam cerita Ini sangat ringan namun membutuhkan kekuatan fisik dan kemampuan menciptakan ruang imajinasi.

Project ini terinspirasi dari kisah cerita “Perjalanan Kehilangan” karya Noorca Marendra, seorang penyair, pengarang, penulis lakon, sutradara dan seniman hebat. Karya aslinya sangat populer dikalangan pelajar teater di IKJ, karya ini biasa dimainkan di semester 4 pada matakuliah Praktek Pemeranan. Untuk keperluan studi, karya ini telah diadaptasi, sehingga sutradara merasa penting untuk meresponnya. Melalui proses penerjemahan kembali, karya ini diberi judul Cantrik.

Cantrik menekankan nilai teks dan kekuatan imajinasi. Proses akan difokuskan pada skill keaktoran, bagaimana menjaga teks tetap hidup. Pertunjukan ini bukan sekedar persoalan memiliki teks, mengerti teks melainkan proses menciptakan ruang imajinasi.

Fachrizal Mochsen atau Ijal, Merupakan lulusan dari jurusan teater Institut Kesenian Jakarta, dan juga alumni Sekolah Pascasarjana IKJ. Ijal aktif baik di depan layar maupun di belakang layar panggung pertunjukan. Ia juga merupakan pengajar jurusan teater Institut Kesenian Jakarta dan Politeknik Negeri Jakarta pada khusus menangani Warga Negara Berkebutuhan Khusus.

Related posts