en

Gamelan Transformation : Suara Cahaya


admin - July 21, 2018 - 0 comments

“Suara Cahaya”

Nur Handayani

Tanggal: Minggu, 29 Juli 2018
Tempat: Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki.

: Suara Cahaya berakar dari surat Kartini tentang Gendhing Ginonjing. Menggambarkan perasaan Kartini yang tertuang dalam surat tersebut dan diungkapkan ulang melalui musik dengan beberapa gaya sindhenan dibalut dengan music kontemporer. Pergelaran ini akan menampilkan orkestra sindhenan, yang akan melibatkan sembilan pesindhen. Dalam karya ini, sindhenan akan dibagi menjadi beberapa bagian suara, tetapi dengan sudut pandang karawitan, seperti suara pesindhen dengan nada seleh nem (6), seleh ro (2), seleh lu (3) dan seleh ji (1). Nada – nada tersebut dalam dunia karawitan jarang sekali dipadukan. Dalam karya ini, perpaduan antar nada tersebut berusaha disatukan dan akan menimbulkan celah nada atau anak nada akibat benturan nada-nada tersebut, dalam istilah karawitan disebut dengan ngeng. Lebih lanjut karawitan yang digunakan sebagai pengiring adalah karawitan puteri.

“Nur Handayani adalah perempuan kelahiran Sukoharjo 29 Januari 1985. Lahir dan besar dari keluarga seniman tradisi, membuat dirinya sejak kecil familiar dengan dunia seni, khususnya karawitan. “Genus” seni dalam dirinya mengalir sejak kecil. Debutnya sebagai seniman, dimulai ketika belajar di SMKN 8 mendalami seni karawitan, sebelum akhirnya meraih gelar sarjana senidi ISI Surakarta. Dia dikenal sebagai pesindhen yang cukup moncer. Selain bersuara merdu, juga piawai memainkan alat musik tradisi seperti: rebab, gendher, dan kendhang. Atas talentanya itu, beberapa penghargaan pernah diraih olehnya, seperti: Juara I lomba Macapat se-Kabupaten Sukoharjo; Juara I lomba nyanyi campursari se-Kabupaten Sukoharjo; Juara I lomba nyindhen se-Solo Raya, serta terlibat dalam Festival Musik dan Tari Muhibah di Turki. Peraih hibah Cipta Media Ekspresi 2018.”

Related posts